| |
| Sabtu, 20 Juni 2009 |
| tambah umur |
gak kerasa udah tambah umur lagi..... sekarang udah 26 umurnya, moga sukses aja deh..... amin.... Read more!
|
posted by Arie Budi Darmawan @ 20:31  |
|
|
|
| Senin, 08 Juni 2009 |
| all about Jamur Merang |
JAMUR MERANG Jamur Merang (Volvariella volvacea) merupakan jamur yang paling di kenal untuk daerah Asia Tenggara, selain rasanya yang enak, mudah tumbuh pada berbagai macam media tumbuh. Diantara sekian banyak spesies jamur tropika dan sub tropika Volvariella volvacea atau si Jamur Merang merupakan jamur yang memiliki kandungan gizi yang tidak kalah bila dibandingkan dengan bahan makanan yang lain. Jamur Merang mengandung berbagai macam asam amino baik asam amino esensial dan asam amino non esensial. Volvariella volvacea dari namanya di ketahui sebenarnya jamur yang memiliki volva atau cawan biasanya merupakan jamur beracun kecuali Jamur Merang. Oleh sebab itulah di Asia khususnya di Indonesia orang – orang lebih menyukai Jamur Merang dari pada jamur yang tidak beracun lainnya (Sukara, 1981). Diantara sekian banyak jenis jamur yang tumbuh liar pada musim hujan orang sering sulit membedakan antara jamur yang dapat di konsumsi dan jamur yang tidak dapat di konsumsi (jamur beracun). Ada beberapa cara yang dapat di lakukan oleh masyarakat awam untuk membedakan jamur beracun dengan jamur yang tidak beracun, umumnya jamur beracun mempunyai warna yang mencolok seperti warna merah darah, hitam legam, biru tua, ataupun warna–warna yang mencolok lainya. Jamur beracun biasanya menghasilkan bau yang menusuk hidung, selubung universal yang membentuk cincin dan selubung universal yang membentuk cawan (volva). Gejala yang biasanya muncul apabila seseorang mengalami keracunan jamur biasanya mual–mual, muntah, kepala pusing, bahkan akibat yang paling fatal adalah kematian (Suriawiria, 1986). Menurut Rismunandar (1982), Jamur Merang (Volvariella volvacea) merupakan jamur yang paling mudah hidup di dalam berbagai macam media tumbuh, dapat di tanam di mana saja. Jamur Merang paling mudah dibudidayakan karena jamur ini memiliki daya adaptasi yang cukup tinggi terhadap lingkungannya. Sehingga Jamur Merang dapat tumbuh mulai dari benua Asia sampai benua Afrika pada ketinggian tertentu. Pada umumnya jamur–jamur yang sudah dibudidayakan secara besar–besaran biasanya di tanam di media tumbuh yang berupa kompos yang sudah jadi. Tetapi untuk Jamur Merang dapat di tanam di media tumbuh yang masih berupa limbah–limbah pabrik pertanian yang belum di olah menjadi kompos. Dapat tumbuh pada berbagai media tumbuh yang banyak mengandung selulosa. Banyaknya macam media tumbuh Jamur Merang menyebabkan para petani jamur harus selektif dalam pemilihan media tumbuh untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk mengetahui media tumbuh manakah yang paling baik di gunakan, para petani sering mencoba berbagai macam media untuk membandingkan hasil yang di peroleh dengan menggunakan berbagai macam media tumbuh. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh Media Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Jamur Merang (Volvariella volvacea)” Penjelasan Jamur Merang Trubus (2001) media tumbuh merupakan tempat tumbuh suatu tanaman dan media tumbuh Jamur Merang sisa limbah hasil pertanian yang banyak mengandung zat-zat yang banyak dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur seperti clooze, lignin dan selulosa. Pertumbuhan Jamur Merang (Volvariella volvace) Pertumbuhan Jamur Merang berarti banyaknya Meselium jamur yang tumbuh membentuk tubuh buah (primodia)yang muncul di atas permukaan media tumbuh (Trubus, 2001). Sistematika Jamur Merang (Volvariella volvacea) Jamur Merang termasuk jamur sejati yang memiliki tingkatan hidup yang lebih tinggi dari pada tumbuhan Talus lainya. Jamur sejati umumnya memiliki tubuh buah yang merupakan tonjolan atau pertumbuhan dari Myselium.Tubuh buah pada Jamur Merang (Volvariella volvacea) sudah memiliki Akar, batang (tangkai) di mana pada tudung terbentuk spora. Spora yang sudah masak biasanya di terbangkan oleh angin yang kemudian tumbuh membentuk myselium. Myselium umurnya lebih dari satu tahun, selama keadaan buruk myselium berada dalam tanah, kadang – kadang juga kayu, dan pada musim-miusim tertentu (di indonesia musim hujan) membentuk tubuh buah yang menyerupai payung (Tjirosoepomo, 1981) Sistematika Jamur Merang (Volvariella volvacea) Menurut Dwidjoseputro (1978) adalah sebagai berikut : Divisi : Mycotina Sub Divisi : Eumycotina Kelas : Basidiomycetes Sub Kelas : Homo Basidiomycetidae Ordo : Agaricales Famili : Agaricaceae Genus : Volvariella Spesies : Volvariella volvacea Siklus Hidup Jamur Merang (Volvariella volvacea) Menurut Suriawiria (1982), kehidupan jamur dapat menjadi jasad yang saprofit ataupun jasad yang parasit, kalau kemudian jamur ditelaah dari segi sifat mikroba secara umum, ternyata jamur termasuk jasad yang heterotrofik artinya untuk keperluan hidupnya ketergantungan sumber nutrien (sumber makanan) dari sumber yang lain yang sudah ada. Jamur Merang (Volvariella volvacea) sendiri memiliki bentuk tubuh yang lengkap yang menyerupai tanaman yang sudah memiliki akar (rhizoid), tangkai, dan tudung. Sebagai organisme yang tidak berklorofil Jamur Merang (Volvariella volvacea) memiliki warna agak ke coklatan yang umumnya terdiri dari zat aromatik yang tidak mengandung N. Jamur secara umum tidak dapat melakukan fotosintesis dengan demikian jamur tidak dapat menggunakan secara langsung sinar matahari. Jamur memperoleh makanan dalam bentuk jadi seperti selulosa, glukosa, lignin, dan protein. Berbeda dengan jenis jasad yang memiliki klorofil mempunyai kemampuan untuk melakukan fotosintesis yaitu pengubahan senyawa anorganik (CO2, H2O) menjadi senyawa organik (C6 H12 O6 ) ini di sebabkan klorofil merupakan bejana alami yang mengubah energi fisik ( cahaya) menjadi energi kimia. Pada umumnya bangsa jamur dapat berkembangbiak dengan dua cara yaitu secara seksual dan aseksual Perkembangbiakan Secara Seksual Perkembangbiakan secara seksual bukan bearti sama kejadianya pada hewan. Di dalam kenyataanya ada dua hifa yang kemudian bertindak seperti gamet (alat perkembangbiakan ), tetapi belum dapat di bedakan antara yang jantan dan betina, hanya di beri tanda (+) dan (-), yang kemudian bersatu (kawin) membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi jamur dewasa. (Suriawiria, 1982) Perkembangbiakan Secara Aseksual Perkembangbiakan secara aseksual yaitu melalui jalur spora yang terbentuk endogen di dalam askus atau eksogen pada basilium. Askus merupakan alat perkembangbiakan yang spesifik dan tidak lain merupakan sporangium. Askus dan basidium berkumpul dalam satu tubuh buah yang terjadi dari plektenkim dalam tubuh buah askus atau basidium tersusun tegak dan sejajar seperti jaringan tiang (Tjitrosoepomo, 1981). Jamur Merang khususnya jamur–jamur yang memiliki tubuh buah pada umumnya berkembangbiak dengan membentuk spora.  Gambar 2.4. Tipe perkembangan tubuh buah Sumber: Sinaga (1990) Morfologi Jamur Merang Tubuh buah sering pula disebut dengan primodia yaitu sesuatu yang keluar di atas permukaan tanah yang bentuknya seperti payung terbuka bila mana sudah tua, dan berbentuk telur kecil bila mana baru timbul. Selain jamur yang tumbuh membentuk tubuh buah juga terdapat jamur yang tetap dalam bentuk myselium yang biasanya tumbuh di dalam tanah dan senantiasa menghindari sinar matahari (Rismunandar, 1982). Struktur Tubuh Buah Jamur Merang (Volvariella volvacea) Menurut Suriawiria (1986), jamur secara umum mempunyai struktur tubuh yang sederhana mulai dari jamur bersel satu, bentuk serat sampai bentuk lengkap, artinya sudah menyerupai tanaman tingkat tinggi yang sudah memiliki akar dan batang. Pada jamur yang memiliki tingkat kehidupan lebih tiggi (Jamur Sejati) memiliki dua macam perkembangan tubuh buah atau Primodia, yaitu : tipe perkembangan tubuh buah Angiocarpic dan Gymnocarpic Tipe Angiocarpic Pada saat perkembangan sampai terbentuknya primodia. Ada stadio kancing (Button Stage) selubung universal yang membungkus keseluruhan tubuh buah akan tercabik, tudung akan terangkat ke atas sedangkan selubung universal yang sobek tertinggal di bawah yang kemudian membentuk wadah yang di sebut dengan cawan. Tipe Gymnocarpic Pada tipe perkembangan gymnocarpic lapisan universal tidak terbentuk, sisi dari pembesaran tudung di hubungkan dengan batang oleh selubung dalam, pada waktu membesar selubung dalam tercabik dan melekat melingkari batang membentuk cin-cin (anulus). Jadi Jamur Merang memiliki tipe perkembangan tubuh buah Angiocarpic karena pada Jamur Merang terdapat volva, sedangkan jamur-jamur yang memiliki perkembangan tubuh buah tipe Gymnocarpic salah satunya yaitu campingnon yang memiliki lingkaran pada tangkainya (Sinaga, 1990). Gambar 2.1. Tipe perkembangan tubuh buah angiocarpic dan gymnocarpic. Sumber: Sinaga (1990) Keterangan: 1 Tudung 2 Bilah 3 Spora 4 Cincin 5 Tangkai 6 Cawan 7 Rhizoid Pemeliharaan Jamur Merang Pemilihan bibit Jamur Merang yang berkualitas Untuk mendapatkan bibit jamur yang berkualitas maka harus dipilih induk tanam yang bersifat unggul, induk tanaman jamur yang dipakai untuk menghasilkan bibit yang berkualitas adalah jamur yang memiliki ukuran besar, bulat teratur, batangnya bulat kokoh, jamur tidak terserang oleh hama penyakit dan jamur tidak mengalami kelainan fisik seperti kriting atau mekar tidak sempurna. Setelah ditentukan bibit jamur yang akan digunakan selanjutnya dilaksanakan tahapan berikutnya yaitu isolasi. Isolasi pada dasarnya merupakan upaya untuk mendapatkan kultur murni dari jamur. Pada umumnya isolasi dapat dilakukan dengan dua cara antara lain dengan kutltur jaringan dan kultur spora (Rahardja, 1988). Teknik isolasi dengan kultur jaringan Isolasi dengan kultur jaringan dilakukan dengan cara megambil jaringan jamur dan menanamnya pada media agar miring. Menurut Rahardja (1988) teknik isolasi dengan kultur jaringan adalah sebagai berikut: Mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan harus steril yang sudah diterilkan dengan larutan alkohol dan formalin dan bahan di atas lampu spritus. Bakal induk diambil dengan cara memotong bagian dalam tanaman yaitu pada ketiak daun dengan menggunakan pisau isolasi steril yang tajam dengan ukuran 3 mm2. Media PDA (Potatoes Dextrose Agar) miring pembuatan PDA dapat dilakukan secara sederhana dengan bahan yang mudah diperoleh seperti: kentang 100 gr, dektrosa (gula putih) 10 gr, agar tepung 3 gr, aquades 500 ml CaCO3 (cuka encer). Kentang direbus hingga lunak, kemudian air rebusan kentang di saring lalu ditambahkan dektrosa dan agar selanjutnya semua bahan dimasak sampai larut. CaCO3 dapat ditambahkan untuk mengatur PH. a.4 Media yang sudah siap ditanami eksplan kemudian diinkubasi dalam inkubator selama 2-3 hari, hasil inkubasi yang baik yaitu apabila miselium tumbuh menyebar dan berwarna putih. Biakan murni yang sudah jadi siap digunakan dalam pembuatan bibit induk. Menurut Sianaga (2006), biakan murni dapat juga dimulai dari botol yang diisi dengan PDA, kemudian bibit di pindahkan ke media miring dalam tabung reaksi. Dari dalam botol bibit dapat dibagi menjadi 10 atau lebih kedalam tabung reaksi sering pula disebut biakan inti dengan media PDA. Dari biakan initi masing-masing dapat dibagi menjadi 10 botol biakan Sub Kultur yang masih ditanam dalam media PDA, setelah masa inkubasi selama 7 hari biakan subkultur siap ditanam kembali menjadi bibit induk, media tumbuh berupa subtrat yang terdiri dari biji-bijian dan dedak, diinkubasi lagi selama 7 hari dan ditanam kembali sebagai bibit jamur yang ditanam pada media subtrat, diinkubasi kembali selama 7 hari. Setelah masa inkubasi selesai bibit jamur siap di tanam. Isolasi dengan kultur spora Isolasi dengan kultur spora pada prinsipnya adalah isolasi dari spora jamur yang fertil (subur), caranya hampir sama dengan isolasi jaringan kultur bedanya hanya dalam pengambilan ekplan. Pada isolasi kultur spora yang diambil sebagai ekplan adalah lamella (bilah) karena spora jamur menempel pada lamella jamur. Isolasi dengan kultur spora dapat dilaksanakan dengan monospora dan multispora (Rahardja, 1998). Pemeliharaan jamur di dalam media tumbuh Bahan yang digunakan sebagai media tumbuh untuk menanam jamur dapat bermacam-macam berupa limbah indsutri pertanian media tumbuh sebelum dipakai harus direndam kurang lebih selama 3 hari, kemudian diperas dan ditimbun dengan plastik selama 6 hari. Dalam proses perendaman media ditambahkan kapur, pupuk urea dan dedak. Setelah direndam media siap disterilkan dengan cara dikukus selama 2 jam. Setelah media dingin bibit siap ditanami bibit yang berupa butiran/gumpalan dapat langsung ditanam. Setelah penanaman bibit media tumbuh di tutup dengan plastik hitam agar suhu menjadi lebih hangat, setelah 5 hari bisa dibuka untuk mendapatkan sedikit sinar matahari, cahaya matahari akan mempercepat pembentukan primodia (Sinaga, 1998). Menurut Anonim (1992) untuk meningkatkan produksi jamur ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti suhu, kelembaban, O2 (oksigen) dan, Cahyana. Suhu Selama pemeliharaan jamur yang masih dalam proses pertumbuhan suhu di dalam persemaian harus dipertahankan antara 32-38oC. Suhu tidak boleh rendah dari 32oC dan tidak boleh lebih dari 38oC. Karena produksi jamur tidak akan optimal. Jika suhunya di bawah 30oC Primodia yang terbentuk akan lebih cepat tetapi tubuh buah yang terbentuk kecil dan panjang, sebaliknya jika lebih dari 38oC akan menyebabkan payung yang terbentuk tipis serta pertumbuhan jamur kerdil dan payungnya keras. Untuk mendapatkan suhu yang diinginkan dapat dilakukan beberapa cara, jika suhu terlalu rendah di bawah 30oC dapat dinaikkan dengan cara menutup lubang dengan plastik hitam. Bila suhu terlalu tinggi di atas 38oC cara untuk menurunkan suhu tersebut, yaitu dengan mengondisikan aerasi yang baik misalnya dengan membuka tutup plastik dan membuka jendela kubung untuk beberapa saat. Kelembaban Kelembaban udara yang dibuthkan untuk produksi optimum Jamur Merang adalah 60%, jika kelembaban terlalu tinggi dapat menyebabkan busuknya jamur dan jika kelembaban terlalu rendah akan mengakibatkan tubuh buah yang terbentuk kecil dan sering terbentuk di bawah media tumbuh. Untuk mendapatkan kelembaban yang sesuai dengan kebutuhan Jamur Merang untuk pertumbuhannya, sebelum media tumbuh disterilkan terlebih dahulu di rendam selama 2 hari kemudian di peras untuk mencegah kelembaban yang tinggi, setelah media tumbuh ditanami dilakukan penyemprotan untuk mencegah keringnya media tumbuh. Oksigen dan cahaya Jamur membutuhkan oksigen untuk pertumbuhan dan produksi tubuh buahnya. Kebutuhan akan oksigen yang paling banyak yaitu pada saat pembentukan tubuh buah, maka aerasi sangat dibutuhkan. Kekurangan oksigen akan mengakibatkan payung dari Jamur Merang menjadi kecil sehingga cenderung mudah pecah dan bentuk tubuh buahnya abnormal. Kekurangan oksigen yang ektrim dapat diketahui bila kita masuk ke dalam ruangan merasa pengap, untuk mencegah kekurangan oksigen plastik yang menutup media dapat dibuka untuk beberapa saat. Cahaya matahari secara langsung harus dihindari, namun cahaya matahari tidak langsung dibutuhkan untuk memicu pembentukan primodia dan untuk menstimulasi pemecahan spora. Kegunaan dan Kandungan Gizi Jamur Merang (Volvariella volvacea) Jamur sebagai Obat Jamur memiliki kandungan gizi yang tidak kalah bila dibandingkan dengan jenis sayuran lain, selain memiliki rasa yang enak dan berbagai manfaat yang lainnya, jamur juga dapat dimanfaatkan sebagai obat. Salah satu jamur yang paling dikenal sebagai jamur panjang umur yaitu Jamur Lingzhi, karena dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan mampu menjaga dan meningkatkan vitalitas tubuh baik pria dan wanita. (Bisema, 1968) Menurut Anonim (2002), jamur dipercaya berkashiat menurunkan gula darah dan kolestrol, mencegah tumor dan kangker, menetralisir racun dalam makanan, mencegah radang usus dan menurunkan tekanan darah serta untuk antikarsinogen. Kabar yang paling terkini yaitu penelitian yang dilakukan di Perancis dan Cina jamur terbukti mampu membunuh Virus HIV, bahkan Jamur Lingzhi (Genoderma) di percaya mampu memperpanjang usia. Berbeda dengan bangsa Eropa, Amerika Serikat dan Asia memanfaatkan jamur sebagai bahan obat dalam ilmu pengobatan, di Singapur jamur Lingzhi dan Reishi dianggap mampu meningkatkan kekebalan tubuh manusia dari serangan penyakit, mampu menghambat tumor dan mampu meningkatkan stamina lanjut usia. Khasiat jamur sangat banyak karena beberapa jenis jamur mengandung senyawa genodermat dan genodermin seperti Jamur Lingzhi, senyawa yang dikandung oleh Jamur Lingzhi berkhsiat sebagai anti virus, anti karsinogen dan menambah kebugaran tubuh. Lain lagi dengan Jamur Maitake (Kumotake) yang memiliki senyawa aktif berupa grifolan dan ikatan protein-polisakarida yang mampu menghambat perkembangan Virus HIV. Ada lagi jenis jamur yang digunakan untuk keperluan industri makanan dan minuman seperti sscchomyces, aspergillus dan penicillium, ketiga jenis jamur ini digunakan dalam industri farmasi, roti, minuman keras dan pengolahan keju. Kandungan Gizi Jamur Merang (Volvariella volvace) Jamur memiliki kandungan nutrisi yang lengkap, sebagai bahan makanan mengandung vitamin B1, B2, D dan niacin. Jamur yang memiliki berbagai unsur mineral yang diperlukan oleh tubuh, seperti kalium, natrium dan magnesium, serta kandungan seratnya yang tinggi 7% sampai 24%. Jamur segar memiliki kandungan protein nabati yang lebih besar dibandingkan dengan sayuran lain. Menurut penelitian yang pernah dilakukan, Jamur Merang mengandung nutrisi yang cukup penting bagi manusia yaitu memiliki kandungan air sebanyak 93,3%, lemak 0,3%, protei 1,8%, abu 1,2%, dan kalsium 30 mg/g.. Sebagai bahan makanan Jamur Merang sangat kaya akan protein kasar dan karbohidrat bebas nitrogen serta serat dan kandungan abunya yag sedang dan memiliki lemak rendah sehingga cocok di konsumsi oleh orang yang sedang menjalankan program diet. Tidak itu saja Jamur Merang juga memiliki kandungan mineral, vitamin, phospor, natrium, kalsium, magnesium, sat besi, seng, dan tembaga yang berguna sebagai zat pendukung metabolisme tubuh. (Anonim, 2002) Menurut Suhardirman (1998), kandungan lipid menentukan bobot nutrisi jamur ,bobot kandungan esensial ini ditentukan oleh asam lemak yang tidak jenuh. Asam lemak yang tidak jenuh ini mengandung asam-asam palmetat ,oleat ,dan linoleat. Asam lenoleat yang terdapat pada kandungan jamur menjadikan jamur menjadi makanan sehat dan tidak memberikan efek samping bagi orang yang kegemukan atau sedang berdiet, berikut ini adalah Tabel kandungan lipid, asam lemak dan komposisi asam lemak tidak jenuh dari Jamur Merang. Tabel 1. Kandunngan Lipid, Asam Lemak dan Komposisi Asam Lemak Tidak Jenuh pada Jamur Merang (Volvariella volvacea). Kandungan gizi Jamur Merang (Volvariella volvaceae) | Jumlah persen/ 100 gr | Lipid Esensial Asam Lemak Jenuh Asam Lemak Tidak Jenuh Asam Linoleat Asam Myristic Asam Palmetas Assm Palmitolik Asam Stearat Asam Oleat | 5,88% 1,46% 8,54% 6,99% 0,48% 10,50% 0,62% 3,47% 12,74% | Sumber : Suhardiman (1998) Selain protein, asam lemak di dalam Jamur Merang terdapat kandungan gizi yang tidak kalah penting yaitu azam amino, baik itu asam amino osensial dan asam amino non esensial. Di dalam tubuh manusia mampu memproduksi asam amino hanya sebagian kecil bila di bandingkan dengan yang ditbutuhkan oleh tubuh kita. Oleh karena itu ibutuhkan makanan yang memiliki kandungan asam amino yang cukup tinggi. Jamur Merang adalah salah satu jenis sayuran yang mengandung asam amino esensial dan non esensial yang sangat lengkap (Sinaga, 2006). Jerami Sebagai Media Tumbuh Jamur Merang (Volvariella Volvacea) Bahan yang biasa digunakan sebagai media tumbuh Jamur Merang oleh para petani adalah jerami yang masih segar, jerami yang digunakan dapat dipotong atau tidak, jerami yang dipakai sebagai media tumbuh Jamur Merang biasanya dikomposkan dengan cara direndam, jerami diperas dan disterilkan baru dapat digunakan sebagai media tumbuh. Sebenarnya Jamur Merang dapat tumbuh pada berbagai media terutama dari limbah industri pertanian seperti tulang daun tembakau, lamtoro serbuk gergaji, eceng gondok, gandum daun pisang, limbah kapas, limbah kertas dan sekam. Bahan-bahan tersebut dapat digunakakn dengan mencampurnya dengan bahan-bahan lain, seperti dedak atau bekatul atau dapat digunakan tanpa dicampur-campur bahan apapun. Bahan-bahan sebagai media tumbuh Jamur Merang seperti di atas selain memiliki kandungan gizi yang cukup untuk pertumbuhan jamur juga mudah didapatkan (Anonim, 2002). Menurut Widiastuti (2005), Jamur Merang dapat memanfaatkan kabohidrat dan mineral dari rumput-rumputan yang melapuk, pada jerami yang telah megalami pelapukan banyak mengandung zat gula dan mineral antara lain natrium phospor, kalsium dan kalium. Selama proses fermentasi bahan organik berupa karbohidrat dan mineral dapat diambil dalam jumlah yang besar dan dalam pross pelapukan senyawa organik dapat tersedia dengan cepat sehingga dapat digunakan oleh jamur untuk pertumbuhannya. Selain zat tersebut masih banyak ada lagi zat yang terkandung pada jerami yaitu selulosa sebanyak 55 % dan lignin 30% yang tidak kalah penting untuk pertumbuhan Jamur Merang. Tabel 3. Komposisi kimia jerami KANDUNGAN | JUMLAH % | Air Nitrogen Posphor Kalium Magnesium Lignin selulosa | - 3,9 0,7 0,5 0,10 55 30 | Sumber : Widiastuti (2005) Media sekam banyak ditemukan di daerah yang ada penggilingan berasnya. Sekam biasanya dimanfatkan untuk memasak sebagai penggati kayu bakar, tetapi karena jumlahnya yang berlimpah sekam dapat digunakan media tumbuh Jamur Merang karena mengandung senyawa organik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur, seperti, nitrogen, phospor, lignin dan selulosa (Sukara, 1981). Tabel 4. Komposisi kimia sekam KANDUNGAN | JUMLAH % | Air Nitrogen Posphor Kalium Magnesium Lignin selulosa | - 3,5 2,7 0,8 1 19 29 | Sumber: Sukara (1981) Media serbuk kayu yang digunakan sebagai media tubuh Jamur Merang banyak mengandung karbohidrat dan serat lignin. Zat-zat iniliah yang membantu pertumbuhan jamur, dalam kayu juga terdapat zat yang menghambat pertumbuhan jamur yaitu getah dan zat pengawet alami (zat ekstratif). (Dumanauwi, 1992). Tabel 5. Komposisi Kimia Kayu. KANDUNGAN | JUMLAH % | Air Nitrogen Posphor Kalium Magnesium Selulosa Lignin Pentosan Zat ekstraktif Abu | 10 1,8 - - 0,10 40 - 45 18 - 33 21 - 24 1 - 12 0, 22-6 | Sumber : Cahyana, (2002). Pisang merupakan salah satu tanaman tropis, mofologi pisang terdiri dari, akar, batang, daun buah dan jantung pisang. Semua bagian dari pohon dapat dimanfaatkan, mulai dari akar, umbi sampai jantung pisang dapat dimanfaatkan. Daun pisang oleh masyarakat pedesaan banyak dimanfaatkan menjadi kompos. Kompos inilah yang dimanfaatkan menjadi media tumbuh Jamur Merang karena dalam kompos daun pisang terdapat zat-zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan Jamur Merang (Munadjim, 1983). Read more!
|
posted by Arie Budi Darmawan @ 20:14  |
|
|
|
|
| media yg cocok untuk jamur? |
 Warga Dusun VI Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai) tiba-tiba heboh. Mereka dikejutkan dengan penemuan jamur atau cendawan raksasa yang bentuknya unik di sebuah perladangan.
Jamur setinggi hampir 80 centimeter itu ditemukan Misdi alias Gendon saat mencari rumput pakan ternak di ladangnya sekitar pukul 14.00, Senin (29/5).
Mulanya ia heran melihat tumpukan rumput yang menjulang tinggi. Saat mendekat ia mencium aroma wangi dari tumpukan itu. Ketika rumput disibak dengan arit, Gendon terkejut karena ada jamur raksasa. Batang jamur itu sebesar betis orang dewasa. Daunnya lebar mirip daun keladi.
Sore itu Gendon membersihkan areal sekitar tanaman jamur. Ia membuat pagar bambu agar tumbuhan langka itu tidak dirusak orang. Gendon sendiri sempat menghitung jamur yang terumpuk itu, jumlahnya 18 batang. Dengan sangat hati-hati, Gendon menutupi jamur dengan plastik besar.
Esoknya, Selasa (30/5), Gendon diam-diam datang ke ladangnya membersihkan kembali lokasi sekitar tumbuhan jamur. Lagi-lagi ia terkejut. Soalnya, jumlah jamur bertambah menjadi 24 batang.
Pertumbuhan jamur yang begitu cepat menimbulkan rasa takut bagi Gendon. Ia pun memberitahukan kepada warga tentang jamur tersebut. Tak ayal, dalam hitungan menit saja, jamur pun dikerumuni warga.
Sebagian warga ada yang menghubungkan tumbuhan jamur itu dengan mistik. Mereka meletakkan sesaji berupa bunga tujuh warna dan segelas air di sekitar jamur. Mereka percaya di jamur itu ada kekuatan gaib yang bisa mendatangkan rezeki atau bencana.
Gendon didampingi Kepala Dusun IV Udin Jantrak, Rabu (31/5), mengatakan, sekitar tahun 2003 di Dusun IV juga pernah tumbuh jamur sejenis, tapi hanya satu batang dan tidak menumpuk. “Waktu itu tumbuhnya dekat tumpukan pupuk kandang dari kotoran lembu atau telethong,” kata Gendon.
Mengapa sih selalu saja bangsa ini selalu salah persepsi tentang ilmu pengetahua, selalu saja dihubung hubungkan dengan mistik?!! padahal tuh jamur bisa buat dimasak untuk pesta satu RT atopun 1 kampung. .......... Read more!
|
posted by Arie Budi Darmawan @ 19:37  |
|
|
|
|
| macam macam jamur yg bisa dimakan dan yg tidak. |
 Jamur biasanya hidup di alam bebas terutama muncul pada waktu musim penghujan atau tempat lembab lainnya. Walaupun banyak diantaranya yang sudah dikenal sebagai jenis jamur yang tidak berbahaya dan dapat dimakan atau digunakan sebagai bahan ramuan obat, tetapi pada umumnya masih tetap merupakan jenis jamur liar.
Kalau sesekali kita berjalan-jalan di alam bebas dan menemukan jamur, maka amatilah bentuk dan sifat timbulnya. Bentuk tubuh buah jamur pada umumnya tersusun oleh bagian-bagian yang dinamakan tudung (pileus), bilah (lamellae), cincin (annulus), batang/tangkai (stipe), cawan (volva), dan akar semu (rhizoids).
Sampai saat ini masih belum diketahui, berapa jenis jamur yang dapat dimakan serta berapa jenis yang dapat dimakan dan tidak membahayakan. Jamur dibedakan menjadi 2 golongan yaitu :
- Jamur Yang Tidak Berbahaya
- Suung bulan, Supa barat jamur bulan (Gymnopus sp)
Habitatnya : - merupakan jamur yang belum dibudidayakan - hidup pada.musim penghujan terutama angin berhembus dari barat terutama hidup pada tegalan, kebun atau di pinggir rumah. - banyak ditemukan tumbuh di atas sarang rayap atau pada tanah yang kandungan organic tanahnya sangat baik. Ciri-ciri : - tudung berwarna putih kekuning-kuningan atau kecoklat-coklatan dengan batang putih bersih.
- Supa kelapa, jamur bulat (Calvatia)
Habitatnya : - belum dibudidayakan, banyak ditemukan di lapangan terutama di bawah pohon kelapa. Ciri-ciri : - kalau masih muda tubuh buah berwarna putih kadang-kadang putih kekuning-kuningan. - kalau sudah tua bagian dalamnya akan berubah menjadi serbuk yang dapat menghembus keluar kalau dipijit
- Jamur karang ( Clavaria. )
Habitatnya : - belum dibudidayakan, banyak tumbuh di tanah yang berhumus, pada batang kayu yang sudah lapuk. Ciri-ciri : - berbentuk seperti karang, berwama putih, putih kekuning-kuningan atau putih kebiruan.
- Klitos (Clitocybe)
Habitatnya : - merupakan jamur liar di dalam hutan, kebun, hutan tepi pantai. Ciri-ciri : - tubuh buah seperti Suung bulan dengan tudung membuka keluar atau berbentuk payung, berwarna putih kekuning-kuningan atau coklat muda. - Jenis jamur ini berguna pada bidang farmasi maupun kedokteran karena mengandung halusigen (dapat menyebabkan halusinasi pada mereka yang memakannya).
- Jamur payung ( Collybia)
Habitatnya : - merupakan jenis jamur liar yang banyak menempel pada batang kayu yang telah lapuk atau mati. Ciri-ciri : - berbentuk seperti payung, berwarna kekuning-kuningan atau kecoklat- coklatan.
- Hidnum (Hydnum)
Habitatnya : - merupakan jenis jamur liar yang tumbuh pada tegalan atau tanah yang berhumus dan biasanya ditemukan menempel pada ranting kayu yang sudah lapuk. Ciri-ciri - mempunyai bentuk seperti payung terbuka keluar dan bertangkai tebal, warna tubuh kekuning-kuningan.putih sera putih kecoklat-coklatan.
- Higroporus (Hygrophorus)
Habitatnya / Ciri-ciri : - merupakan jenis jamur liar yang mempunyai bentuk dan sifat tumbuh yang sama seperti hidnum.
- Marasmius
Habitatnya : - merupakan jenis jamur liar mempunyai bentuk dan sifat seperti jamur payung lainnya. Ciri-ciri : - tangkai tubuh panjang berwarna putih kecoklat-coklatan atau putih kekuning-kuningan.
Jamur Yang Berbahaya
- Amanita, Fly agaric, Supa upas terutama yang termasuk ke dalam jenis A. muscaria, A. umbrina, A. spissa
Habitatnya : - tumbuh liar di hutan, tegalan dan pekarangan, ditemukan di antara jatuhan daun atau pada tanah humus Ciri- ciri : - tubuh buah seperti payung, dengan tudung berwarna merah, coklat tua, coklat muda sampai kuning dengan bintik-bintik putih. - Racun yang terkandung digunakan untuk meracuni ujung tombak atau senjata tajam lainnya.
- Supa kakabu, bolet (Boletus)
Habitatnya : - tumbuh liar di hutan di antara jatuhan daun atau tanah berhumus, di pinggir kebun dan pekarangan rumah. Ciri-ciri : - tubuh buah menyerupai payung, tudung tebal dan bulat. - batang berwarna kecoklat-coklatan atau kehitam-hitaman serta tudung berwarna coklat tua, kuning, atau coklat kekuning-kuningan.
- Supa rampak (Coprinus)
Habitatnya: - tumbuh liar di tempat penggilingan padi dan di bawah pohon pisang. Ciri-ciri : - Apabila masih muda tudung berwarna putih atau putih kekuning-kuningan, putih kebiru-biruan atau putih gelap dan apabila sudah tua tudungnya cepat hancur dan mengeluarkan cairan yang berwarna biru atau violet
- Kortinarius (Cortinarius)
Habitatnya: - tumbuh liar, banyak ditemukan di tumpukan daun dan tanah yang berhumus. Ciri-ciri: - tubuh buah berbentuk payung dengan batang berwarna putih kekuning-kuningan, putih kebiru-biruan atau putih gelap. - tudung berwarna putih kecoklatan, violet, biru atau kuning.
- Laktarius (Lactarius)
Habitatnya: - tumbuh liar di hutan, kebun dan di pekarangan rumah. Ciri-ciri : - tubuh buah berbentuk payung terbuka ke atas dan berbatang tebal berwarna coklat muda,kekuning-kuningan, coklat putih serta biru muda dengan bintik hitam atau garis-garis memanjang. - tudung berwarna seperti warna. batang, kadang-kadang disertai garis melingkar di atasnya.
- Lepiot (Lepiota)
Habitatnya: - tumbuh liar di mana-mana Ciri-Ciri: - bentuk seperti Amanita terletak pada warna tudung kecoklat-coklatan dan mempunyai sifat racun yang tinggi
- Morsel (Morchella)
Habitatnya: - tumbuh liar pada timbunan daun atau menempel pada batang yang telah lapuk. Ciri-ciri : - berbentuk payung tertutup atau seperti jarum tiram, dengan tudung berwarna kuning tua, batang putih kekuning-kuningan
- Poliot (Pholiota)
Habitatnya - tumbuh liar diantara timbunan daun yang berjatuhan atau menempel pada kayu yang telah lapuk. Ciri-ciri: - tubuh buah mempunyai bentuk seperti payung dengan warna batang putih, kekuning-kuningan atau kuning dan ada kalanya kecoklat-coklatan dengan warna tudung sama seperti warna batang.
- Phallus
Habitatnya: - tumbuh liar pada tanah yang berhumus, lembab atau terlindung dari cahaya matahari Ciri-ciri : - warna tudung kuning atau hijau, batang putih kotor, mempunyai cawan
- Champignon, jamur kompos (Psalliota )
Habitatnya: - tumbuh liar ditanah yang banyak mengandung humus Ciri-ciri: - berbatang panjang berwarna putih atau coklat muda seperti bersisik - tudung berwarna kuning kecoklatan atau kuning kehitaman.
- Russula
Habitatnya : - tumbuh liar pada timbunan daun terutama di kawasan hutan. Ciri-ciri : - batang berwarna putih, kebiru-biruan, hijau, kuning, ungu begitu juga warna tudung tidak berbeda dengan warna batang.
- Jamur papan (Polyporus)
Habitatnya : - tumbuh liar, menempel pada batang kayu yang mati atau lapuk sedikit ditemukan pada permukaan tanah. Ciri-ciri : - tubuh buah melebar berwarna coklat, kuning, kehijauan ataupun merah, batang tidak jelas, tudung melebar atau bulat.
Tanda-tanda umum jamur beracun:
- Pada umumnya mempunyai warna yang menyolok: merah darah, hitam legam, biru tua ataupun warna-warna lainnya.
- Menghasilkan bau yang menusuk hidung, seperti bau telur busuk (H2S) ataupun bau amoniak.
- Mempunyai cincin atau cawan, akan tetapi ada juga jamur yang mempunyai cincin tetapi tidak beracun seperti jamur merang dan jamur kompos (mushroom).
- Umumya tumbuh pada tempat-tempat yang kotor seperti tempat pembuangan sampah dan kotoran hewan.
- Apabila jamur beracun tersebut dikerat dengan pisau yang terbuat dari perak maka pisau tersebut akan berwarna hitam atau biru.
- Apabila dimasak cepat sekali berubah warna, dari warna putih menjadi warna gelap.
Senyawa beracun yang dihasilkan oleh jamur yaitu : Kholin, Muskarin, Falin, Atropin jamur dan Asam helvelar.
Keracunan karena Jamur :
- Keracunan yang diakibatkan makan jamur, yang mengandung racun muskarin mempunyai gejala-gejala:
- setelah 5-10 menit si penderita akan mengeluarkan air mata, peluh atau ludah. - penyempitan pupil mata, sesak nafas, buang air, pusing, - lemah, kollaps, koma, diikuti kejang-kejang, apabila tidak segera ditolong dapat menimbulkan kematian.
- Keracunan akibat racun yang lain, mempunyai gejala-gejala :
- setelah 4-6 jam si penderita akan menjadi haus. - sakit perut, muntah-muntah dan berak encer, shock, apabila tidak segera ditolong dapat menimbulkan kematian.
Read more!
|
posted by Arie Budi Darmawan @ 19:29  |
|
|
|
| Sabtu, 06 Juni 2009 |
| Klasifikasi Jamur |
Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, tipe sel: sel eukarotik. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa, hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada pula dengan cara generatif.
JAMUR DIBAGI MENJADI 6 DIVISI : 1
MYXOMYCOTINA (Jamur lendir) • Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana. • Mempunyai 2 fase hidup, yaitu: - fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti amuba, disebut plasmodium - fase tubuh buah • Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora kembara yang disebut myxoflagelata. Contoh spesies : Physarum polycephalum 2
OOMYCOTINA • Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan mengandung banyak inti. • Reproduksi: - Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup di darat dengan sporangium dan konidia. - Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.
Contoh spesies: a. Saprolegnia sp. : hidup saprofit pada bangkai ikan, serangga darat maupun serangga air. b. Phytophora infestans: penyebab penyakit busuk pada kentang. 3
ZYGOMYCOTINA • Tubuh multiseluler. • Habitat umumnya di darat sebagai saprofit. • Hifa tidak bersekat. • Reproduksi: - Vegetatif: dengan spora. - Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru.
Contoh spesies: a. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti. b. Rhizopus oligosporus : jamur tempe. 4
ASCOMYCOTINA • Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi se lul er. • Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak. • Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak). • Reproduksi: - Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas, pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia. - Generatif: Membentuk askus yang menghasilkan askospora.
Contoh spesies: 1. Sacharomyces cerevisae: sehari-hari dikenal sebagai ragi. - berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol. - mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan proses fermentasi. 2. Neurospora sitophila: jamur oncom. 3. Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum penghasil antibiotika penisilin. 4. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti berguna untuk mengharumkan keju. 5. Aspergillus oryzae untuk membuat sake dan kecap. 6. Aspergillus wentii untuk membuat kecap 7. Aspergillus flavus menghasilkan racun aflatoksin Þ hidup pada biji-bijian. flatoksin salah satu penyebab kanker hati. 8. Claviceps purpurea hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae. 5
BASIDIOMYCOTINA • Ciri khasnya alat repoduksi generatifnya berupa basidium sebagai badan penghasil spora. • Kebanyalcan anggota spesies berukuran makroskopik.
Contoh spesies: 1. Volvariella volvacea : jamur merang, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan 2. Auricularia polytricha : jamur kuping, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan 3. Exobasidium vexans : parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau blister blight. 4. Amanita muscaria dan Amanita phalloides: jamur beracun, habitat di daerah subtropis 5. Ustilago maydis : jamur api, parasit pada jagung. 6. Puccinia graminis : jamur karat, parasit pada gandum 6.
DEUTEROMYCOTIN Nama lainnya Fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna) dinamakan demikian karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara pembiakan secara generatif.
Contoh : Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila tetapi setelah diketahui pembiakan generatifnya yang berupa askus namanya diganti menjadi Neurospora sitophila dimasukkan ke dalam Ascomycotina.
Banyak penyakit kulit karena jamur (dermatomikosis) disebabkan oleh jamur dari golongan ini, misalnya :Epidermophyton fluocosum penyebab penyakit kaki atlit, Microsporum sp., Trichophyton sp. penyebab penyakit kurap.
MIKORHIZA Mikorhiza adalah simbiosis antara jamur dengan tumbuhan tingkat tinggi, jamur yang dari Divisio Zygomycotina, Ascomycotina dan Basidiomycotina.
LICHENES / LIKENES Likenes adalah simbiosis antara ganggang dengan jamur, ganggangnya berasal dari ganggang hijau atau ganggang biru, jamurnya berasal dari Ascomycotina atau Basidiomycotina. Likenes tergolong tumbuhan pionir/vegetasi perintis karena mampu hidup di tempat-tempat yang ekstrim.
Contoh : • Usnea dasypoga • Parmelia acetabularis
Read more!
|
posted by Arie Budi Darmawan @ 22:05  |
|
|
|
|
| Ciri-Ciri Umum Jamur |
| Kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. Hal itu disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan lama hidupnya terbatas. Sebagai contoh, jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayu lapuk, serasah, maupun tumpukan jerami. namun, jamur ini segera mati setelah musim kemarau tiba. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia telah mampu membudidayakan jamur dalam medium buatan, misalnya jamur merang, jamur tiram, dan jamur kuping. CIRI-CIRI UMUM JAMUR Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.
1. Struktur Tubuh | Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah. |  Gbr. Hifa yang membentuk miselium dan tubuh buah | Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat.
2. Cara Makan dan Habitat Jamur Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Clntuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit. Lihat Gambar 5.3. a. Parasit obligat * merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya, sedangkan di luar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia * carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS). b. Parasit fakultatif * adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang cocok. c. Saprofit merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya. Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken. Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes. 3. Pertumbuhan dan Reproduksi Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi adapula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa. Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis. 4. Peranan Jamur Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut. a. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi. b. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom. c. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti, dan bir. d. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik. e. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer. Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut. a. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai. b. Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang. c. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air. d. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian. e. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia. f. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia. Read more!
|
posted by Arie Budi Darmawan @ 21:47  |
|
|
|
| Rabu, 03 Juni 2009 |
| Membuat kompor dari kaleng bekas |
Semoga tulisan yg satu ini bisa bermanfaat buat teman2 yang suka beraktivitas outdoor, backpaker, camping dll. langkah langkah membuat kompor alkohol dari kaleng bekas, sebenarnya ada banyak metode yg pembuatan, tapi kali ini saya coba untuk membuat kompor dari kaleng bekas yang bisa langsung digunakan tanpa harus repot membuat tatakan panci, jadi suatu cara yang praktis.


bahan dan alat yang dibutuhkan : bahan : minuman kaleng bekas besar dan kecil. kapas alat : pisau cutter bor listrik spidol penggaris kikir ampelas
Langkah kerja : 1. siapkan semua bahan dan alat yang diperlukan. 2. bagian atas - buat lubang sesuai dengan lingkaran dalam kaleng   - buat lubang pembakaran dengan mata bor paling kecil dengan jarak sektar 1 cm atau buat lubang sebanyak 19 aau 24t lubang.  - potong kaleng setinggi 4 - 6 cm, ambil bagian bawah kaleng 
3. bagian bawah - potong bagian bawah kaleng setinggi 2- 4 cm 
 4. bagian dalam - buat lembaran dari kaleng dengan cara memotong kaleng sesuai dengan ukuran tinggi dan lingkar lubang dalam bagian atas.  - buat lubang inlet untuk alkohol sebanyak 3 buah  - potong bagian penyambung sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.  - satukan lembaran dengan cara menyelipkan bagian penyambung, lalu rekatkan dengan lem khusus atau lembaran penembel panci agar tidak mudah lepas. 
5. asembly - kumpulkan bagian yang akan dirakit, dan yakinkan bahwa semua telah siap dirakit.  - masukkan bagian lingkaran dalam ke dalam bagian bawah, lalu isi kapas diantara bagian tersebut.  - masukkan bagian atas dengan cara memasukkan ke dalam bagian bawah.  - kompor daur ulang siap untuk digunakan 

saya sertakan juga mal untuk ukuran

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. tulisan ini disadur dai dari sini Read more!
|
posted by Arie Budi Darmawan @ 22:05  |
|
|
|
|
|