• My Gallery
  • Sabtu, 30 Mei 2009
    kisah dibalik hilangnya PRAMUKA di gunung Argopuro
    Probolinggo - Banyak hal aneh yang dijumpai saat pemulangan 3 Batu Mustika ke Gunung Argipuro. Setelah sempat didatangi tawon tiga warna, tim itu juga menjumpai keanehan lagi. Sebuah bayangan putih, berkelebat menuju ke Danau Taman Hidup.

    Misteri itu terjadi ketika tim klenik dari Mapala Fatarpa Ponpes Nurul Jadid dan seorang pembina Pramuka SMAN 1 Kapongan Situbondo, Abdul Hamid tengah berniat menuju Puncak Rengganis untuk mengembalikan 3 batu temuannya, Rabu (27/5/2009).

    Ketika istirahat untuk membicarakan perbekalan yang sudah menipis di Hutan Basah, salah satu tim klenik, Ainur Rofiq, melihat bayangan warna putih yang berjalan menuju ke arah Danau Taman Hidup.

    Namun, dirinya memilih diam dan tidak mengabarkan ke Abdul Hamid atau rombongan yang lainnya. "Saya tidak tahu bayangan putih itu, yang saya ketahui bayangannya tipis dan saya yakin itu sebagai petunjuk untuk mengembalikan batu mustika ke danau itu," ungkap Ainur Rofiq, anggota Fatarpa Ponpes Nurul Jadid saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (30/5/2009).

    Sebelum kembali menuju ke Danau Taman Hidup, rombongan tim itu berwudlu di sebuah sungai, untuk mensucikan dirinya dan juga untuk menyegarkan tubuh dan pikirannya.

    Kemudian kata Rofiq, tim memutuskan untuk tidak melanjutkan ke Puncak Rengganis melalui Hutan Basah, karena kondisi medannya yang sulit dan harus melewati 4 bukit dan� jalan yang harus dilalui menyisir di punggung bukti. Menurutnya, untuk sampai ke puncak membutuhkan waktu satu malam.

    Sekitar pukul 12.30 WIB, tim sudah sampai di area Danau Taman Hidup. Karena tim berjumlah ganjil, satu orang dari Fatarpa diminta untuk menunggu semua perbekalan anggota.

    Sedangkan 5 anggota Fatarpa dan 1 dari pembina Abdul Hamid menuju ke Danau Taman Hidup melalui jalan khusus yang terbuat dari papan dan melakukan ritual khusus. Saat prosesi ritual berlangsung, tiba-tiba kabut yang cukup tebal datang.

    Rofiq mengatakan, datangnya kabut itu diluar dari kebiasaan. "Biasanya kalau ada kabut tapi jalannya tidak kencang, tapi kabut itu berjalan cepat dan saat itu juga diserta dengan hujan rintik-rintik," tuturnya.

    Meski dengan kondisi seperti itu, tim berusaha tenang dan konsentrasi menggelar ritual pengembalian batu mustika. Karena semua tim dalam keadaan suci dan sebelumnya sudah berwudlu di sungai di kawasan Hutan Basah.

    Sebelum melempar 3 batu mustika itu ke arah danau, tim membaca kalimat tauhid dan mengumandangkan takbir sebanyak tiga kali. "Batu mustika itu� kita lempar ke berbagai penjuru arah. Batu mustika yang besar dan berwana coklat atau seperti kayu dilempar ke arah barat. Warna merah ke arah tengah dan warna bening ke arah timur. Ketika melempar batu mustika itu juga dibarengi dengan teriakan takbir," terangnya.

    Usai melemparkan batu mustika itu, semua tim merasa tenang dan senang termasuk Abdul Hamid pembina pramuka. "Kami semua merasa plong seperti tidak ada beban

    lagi, meskipun kami juga tidak tahu kondisi anak-anak apakah sudah ditemukan atau belum," tuturnya.

    Tim langsung kembali turun menuju ke perkampungan Bermi. Dalam perjalanan pulang turun ke perkampungan sudah tidak ada nuansa mistis lagi. Ketika sampai ditengah perjalanan, handphone salah satu rombongan bisa mendapat sinyal mendapat SMS yang mengabarkan semua para siswa ditemukan selamat .

    Hal itu, membuat Abdul Hamid tanpa dikomando langsung sujud syukur di tengah hutan. "Tapi setelah itu semua handphone baterainya drop semua dan tidak ada yang bisa on lagi," tuturnya.

    Menjelang Magrib atau sekitar pukul 05.30 WIB, Rabu (27/5/2009) tim sampai di perkampungan. Tapi tim kaget karena rombongan wali murid dan pihak sekolah

    maupun Tim SAR sudah meninggalkan perkampungan Bermi, Kecamatan Krucil, Probolinggo. Tim langsung bermalam di perkampungan dan kembali lagi ke Ponpes Nurul Jadid di kawasan Tanjung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo keesokan harinya.

    Sedangkan Hamid juga sempat bermalam di pondok. Usai salat Jumat Hamid kembali ke Situbondo sekitar pukul 13.30 WIB sendirian dan tidak dikawal dengan tim tersebut.

    ( sumber : detik.com )


    Read more!
    posted by Arie Budi Darmawan @ 10:57   0 comments
    FACEBOOK HARAM ?????????
    Berita mengejutkan dari Jawa Timur, para ulama Pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) menyatakan fatwa Haram bagi Facebook. Pernyataan ini dikeluarkan saat pembahasan di forum Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtdien Lirboyo, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

    “Ini merupakan hasil pembahasan terakhir yang kami lakukan semalam. Intinya, larangan ini kami keluarkan sesuai dengan aturan yang sudah ada dalam ketentuan agama,” kata salah satu anggota perumus Komisi C FMP3,
    Masruhan. (dikutip KabarIT dari Detikinet)

    Namun fatwa ini menuai kecaman dari beberapa pengguna Facebook. Bapak Blogger Indonesia dan pengamat internet Enda Nasution menganggap itu kurang kerjaan dan terkesan seperti fatwa lucu-lucuan ala ulama.

    “Tanggung, kalau gara-gara penggunaan Facebook berlebihan, terus dikeluarkan fatwa haram. Sekalian saja penggunaan internet, ponsel, dan semua hal yang berlebihan di fatwa-kan haram,” tegas Enda yang juga anggota Facebook aktif. (dikutip KabarIT dari Okezone)

    Para ulama menganggap pertemanan spesial berlebihan yang dilakukan di Facebook haram, karena pada Facebook pertemanan yang secara spesial tanpa tujuan keseriusan. Jika pertemanan spesial untuk mengenal dan diteruskan dalam hubungan pernikahan diperbolehkan, namun pada Facebook tidak seperti proses khitbah (pinangan atau lamaran),.

    Jadi pengharaman ini hanya berlaku untuk pertemanan spesial yang berlebihan saja, namun tetap halal jika sesuai manfaat dan penggunaannya.

    Read more!
    posted by Arie Budi Darmawan @ 10:52   0 comments
    Jumat, 22 Mei 2009
    proses pembuatan jamur merang
    gambar jerami yang dikomposkan.



    gambar kumbung yang telah dibersihkan untuk selanjutnya di tanami lagi.



    Jerami yang sudah matang dan siap di masukkan kedalam kumbung



    Jerami yang sudah matang dan siap di masukkan kedalam kumbung



    Proses penataan jerami yang sudah dikomposkan ke dalam kumbung



    Proses penataan jerami yang sudah dikomposkan ke dalam kumbung



    Tungku dan drum pasteurisasi



    termometer



    tungku yang sedang beroprasi



    pipa penyalur uap dari drum ke kumbung



    gambar tungku beserta drum untuk proses pasteurisasi



    Menghacurkan log bibit untuk selanjutnya disebarkan di media.



    Penyebaran Bibit di media taman didalam kumbung.


    ( maaf, untuk sementara cuma ini saja foto foto proses pembuatan jamur merang yg bisa saya upload, lain kali saya tambah lagi. )

    Read more!
    posted by Arie Budi Darmawan @ 15:46   1 comments
    Selasa, 19 Mei 2009
    Budidaya Jamur Merang
    BUDIDAYA JAMUR MERANG
    (Volvariella volvacea)

    Jenis jamur merang
    Nama Ilmiah Nama Umum Nama Indonesia
    Volvariella volvacea Paddy Straw or Straw mushroom Jamur merang hitam / putih

    Jenis jamur merang ada 2 jenis :
    o Jamur merang hitam ciri-ciri warna hitam, kulit tipis (suhu 28 - 30°C).
    o Jamur merang putih ciri-ciri warna putih bersih, kulit tebal (suhu 31 - 33°C).

    Bahan baku
    Bahan baku utama berupa :
    · Jerami atau batang padi
    Syarat : kering, agar proses fermentasi dapat lebih cepat.

    Bahan baku penolong berupa :
    · Katul
    Sebagai sumber Karbohidrat ( C ) dan Nitrogen ( N )
    Syarat : tidak banyak mengandung sekam, berguna sebagai makanan tambahan dalam proses
    pengomposan.
    · Kapur pertanian atau CaCO3
    Syarat : batu kapur yang sudah digiling halus (bukan batu kapur yang sudah dibakar).

    Tahap pengolahan
    1. Pengomposan
    Tujuan : mengolah bahan baku menjadi media tanam atau kompos yang baik untuk pertumbuhan jamur, dan pada
    waktu yang bersamaan mencegah pertumbuhan jamur lainnya.
    Pembuatan kompos adalah proses pencampuran seluruh bahan baku dalam berbagai perbandingan dan
    ditumpuk dalam satu tumpukan, kemudian tumpukan tersebut secara periodic dibalik.

    Perlakuan :
    o Bahan baku utama dibasahkan terlebih dahulu.
    o Komposisi

    Bahan Yang dibutuhkan Keterangan
    Jerami kering ± 20kg Kalikan luas tanam
    Katul 6% Dari jumlah jerami kering
    CaCO3 3% Dari jumlah jerami kering

    o Campur bahan utama dengan bahan baku penolong yang telah dicampur terlebih dahulu.
    o Setelah tercampur merata, tumpuk dengan ukuran tinggi 1,2 m dan lebar 1,5 m lalu tutup dengan plastik
    kemudian didiamkan 2-3 hari
    o Setelah didiamkan, balik dan tambahkan air bila ada jerami yang masih kering di dalam tumpukan tadi lalu
    disusun kembali dan diamkan lagi 2-3 hari, begitu seterusnya sampai menjadi kompos yang baik..
    o Untuk mendapatkan kompos yang baik memerlukan waktu ±10 hari.
    Membalik dan menyiram bertujuan agar keadaan dalam bahan kompos dapat merata sehingga dapat
    memungkinkan terjadinya penguraian bahan yang merata pula.
    o Kualitas kompos yang baik :
    § Lunak
    § Warna coklat kehitaman
    § Kadar air kompos 73 - 75%
    § Ph kompos 8-8.5

    1. Pemasukan
    Tujuan : menyusun kompos pada rak yang sesuai standard ketebalan dan kepadatan kompos. Memperbaiki
    bagian yang menggumpal, berongga, meratakan kepadatan, ketebalan dari rak paling atas sampai bawah dan di
    semua lapisan rak harus sama. Dengan demikian akan didapatkan pertumbuhan jamur yang merata disemua
    permukaan kompos.
    Standart pemasukan :
    o Ketebalan kompos 23-25 cm atau 60-70 kg/m2
    o Rata tidak menggumpal.
    o Kebersihan setelah pemasukan.
    o Lakukan pengabutan pada pinggir kompos yang kering.
    o Tutup rapat kumbung dan periksa kebocoran kumbung.

    2. Pasteurisasi
    Tujuan : mematikan organisme hidup yang merugikan pertumbuhan jamur, menghilan-gkan kadar amonia (NH3),
    menyempurnakan tahap akhir dari pengomposan jerami sebagai media tanam yang selektif untuk pertumbuhan
    jamur.
    Perlakuan :
    o Setelah pemasukan, uap dimasukkan, selama 5 jam temperatur udara dinaikan secara bertahap hingga
    mencapai 57-58°C. Temperatur dipertahankan selama 4 jam. Kemudian temperatur udara diturunkan
    hingga 48-50°C dan dipertahankan selama 8jam, selanjutnya saluran uap ditutup atau dimatikan.

    3. Penebaran bibit
    Tujuan : penebaran bibit yang merata pada permukaan media tanam.
    Perlakuan :
    o Bersihkan lingkungan sekitar kumbung sebelum penebaran bibit.
    o Setelah pasteurisasi biarkan suhu kompos turun secara perlahan sampai suhu penebaran bibit antara 36-
    38°C. Satu kantong bibit dapat dipergunakan untuk ± 1 m².
    o Setelah selesai menebarkan bibit bersihkan kembali ruang dalam kumbung.
    o Tutup kembali pintu dan ventilasi dalam keadaan rapat.

    4. Inkubasi
    Tujuan : mendorong pertumbuhan miselium merata di permukaan dan di dalam media tanam.
    Perlakuan :
    o Menjaga ruangan tidak kering (pengabutan), kelembaban tetap tinggi (95%). Menjaga lantai dan dinding
    tetap basah.
    o Suhu kompos dijaga ±37°C dan udara ±34°C.
    o Ventilasi dan pintu dalam keadaan tertutup rapat.
    o Pertumbuhan miselium membutuhkan waktu ± 5 hari.
    o Selam 5 hari tidak perlu penyiraman kompos, tetapi kelembaban tetap dijaga agar lantai dan dinding tetap
    basah.

    5. Pembentukan badan buah
    Tujuan : merangsang pertumbuhan miselium menjadi badan buah jamur yang merata dan bersamaan.
    Perlakuan :
    o Setelah 5 hari kemudian kompos disiram ± 1½ lt air /m² dan diberi oksigen dengan cara membuka
    ventilasi sesuai dengan kebutuhan.
    o Menjaga lantai dan dinding tetap basah, kelembaban tetap tinggi (95%).
    o Dengan kompos yang baik dan proses pasteurisasi yang sempurna pada hari ke 10-11 sudah dapat di
    panen.
    o Hasil produksi yang normal dapat mencapai 3-4 kg /m².
    o Suhu optimal dalam masa panen suhu kompos ± 37º C dan udara 31º C

    1. Pemetikan
    Tujuan : menghindari jamur menjadi mekar, layu, salah petik dan menjaga agar memetik jamur tepat pada
    waktunya.
    Perlakuan :
    o Cup jamur belum terbuka.
    o Pemetikan dari rak yang paling atas ke bawah.
    o Hindari pemetikan ditarik tapi harus diputar.
    o Hindari pemetikan secara tergesa-gesa.
    o Menjaga ruangan dan kompos tidak kering, kelembaban tetap tinggi.
    o Bersihkan sisa batang dan jamur membusuk.

    2. Pembongkaran
    Tujuan : membersihkan kumbung dari kompos yang telah selesai dipetik jamurnya untuk diganti kompos yang
    baru.
    Perlakuan :
    o Setelah kompos selesai dibongkar, bersihkan dan cuci rak, dinding dan lantai dalam kumbung serta lingkungan luar kumbung.
    o Perbaiki bila ada kerusakan kumbung.
    o Setelah selesai kumbung dapat dipakai kembali.

    Hama dan penyakit
    Hama dan penyakit pada jamur berupa serangga (gurem), bakteri dan jamur liar. Jika dalam pemeliharaan sanitasi
    lingkungan dilaksanakan dengan baik teratur dan proses fermentasi sesuai dengan prosedur maka hama dan penyakit
    dapat dihindarai atau dihambat.
    Cara penanggulangan :
    o Proses kompos yang standart.
    o Pemasukan kompos yang standart.
    o Proses pasteurisasi yang standart.
    o Penebaran bibit merata.
    o Gunakan bibit jamur yang baik.
    o Pada saat proses awal sampai akhir kebersihan harus diutamakan.

    Bangunan dan alat yang digunakan :
    o Rumah tumbuh sebagai tempat untuk pertumbuhan jamur yang didalamnya terdapat susunan rak bertingkat.
    o Alat untuk membalik mencampur bahan baku atau kompos (sekop, garu).
    o Ketel uap sebagai alat untuk pasteurisasi (drum, kompor minyak, atau menggunakan kayu bakar).
    o Thermometer 100°C.
    o Sprayer sebagai alat untuk menyiram atau mengabut.
    o Dan alat-alat kebersihan.
    Catatan :
    1. Tidak dianjurkan menambah pupuk lain (urea, tsp, dll) karena terlalu banyak mengandung N ( urea N = 46%).
    Sedangkan jamur merang hanya membutuhkan N sangat sedikit yaitu 0,8 - 1,2 %.
    2. Hasil jamur merang tidak hanya dipengaruhi oleh bibit saja, cara pengolahan (budidaya) dan kualitas bahan baku
    sangat berpengaruh.
    3. Pasteurisasi tidak berpatokan pada jumlah minyak (lihat pada prosedur pasteurisasi ).


    Read more!
    posted by Arie Budi Darmawan @ 20:54   1 comments
    Senin, 18 Mei 2009
    demam facebook
    siapa yang g kenal situs jejaring sosial yang namanya facebook?
    semua operator hape aja mulai melirik facebook sebagai alternatif pemasaran. kok dulu friendster g kayak facebook sekarang ya?
    buwat yg baca kasih comment

    Read more!
    posted by Arie Budi Darmawan @ 20:13   0 comments
    setelah sekian lama
    akhirnya............ setelah sekian lama gak nyentuh nih yg namanya blog, bisa juga buwat web blog.
    Selamad dateng kembali
    ( ariebudidarmawan.com )

    Read more!
    posted by Arie Budi Darmawan @ 00:40   0 comments
    Arie Budi Darmawan


    Name: Arie Budi Darmawan
    Home: situbondo, jawa timur, Indonesia
    About Me:
    See my complete profile

    tulisanku
    Log
    Links
    Profil
    Profil Facebook Arie Budi Darmawan
    Buat Lencana Anda